
Karena begitu luas dan 'susahnya' tugas sosok yang pernah populer dengan panggilan 'umar bakri' maka oleh undang-undang pula, guru wajib memiliki kualifikasi akedemik tertentu dan kompetensi tertentu pula. Atas kualifikasi akademik dan kompetensi yang dimiliki maka pekerjaan guru dikatakan sebagai profesoinal dengan hak-hak tertentu yang wajib dibayar oleh negara atau lembaga apapun yang mempekerjakannya.
Tuntutan yang tidak kalah berat dari status guru yang profesional yang juga dikehendaki undang-undang adalah bahwa guru itu harus memiliki minat dan panggilan jiwa serta idealisme yang tinggi. Guru dituntut untuk memilki komitmen yang jelas dan tegas untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia. Diatas itu semua, guru juga dituntut untuk memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalannya. Benar-benar berat.
Jika diulas satu per satu dari tujuh tugas pokok guru serta tuntutan ikutan dari status sebagai guru, sungguh tidak terbayangkan beratnya tugas guru. Untuk melaksanakan fungsi mengajar, mendidik, melatih dan seterusnya sekaligus dalam waktu dan --bisa jadi-- tempat yang sama, tentulah sangat berat. Dalam melaksanakan misalnya, tugas-tugas itu wajib dengan persiapan dan kelengkapannya. Guru tidak begitu saja melaksanakan tugasnya tanpa persiapan. Secara adminstratif guru harus memulai pelaksanaan tugas itu dengan menyusun perangkat KBM (Kegiatan Belajar-Mengajar) sebagai panduan tugas. Dari menyusun dan memahami silabus sampai kepada menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pengajaran) dan membuat instrumen penilaian dan evaluasi, guru wajib melaksanakannya. Tugas-tugas seperti itu tidak dapat dan tidak mungkin menghindarinya.
Di dalam kelas persiapan yang matang dari sisi administrasi (perangkat tertulis/ teoritis) belum tentu akan sukses pengelolaan pembelajarannya secara prkatis, jika tidak/ belum didukung oleh beberapa fasiltas lain seperti media dan sarana pembelajaran lainnya. Di luar pendukung yang disediakan sekolah --seperti ruangan, meja-kursi, dll-- ternyata begitu banyaknya tugas berat yang wajib dipersiapkan guru itu sendiri.
Dalam kesibukan begitu banyak dan padatnya kerja-kerja guru, ternyata masih ada beberapa tugas lain yang terkadang tidak dapat dihindari. Walaupun tugas-tugas itu pada dasarnya adalah pekerjaan yang harusnya dikerjakan oleh pegawai adminstrasi sekolah (tenaga kependidikan) namun tidak jarang tugas-tugas itu tetap juga dikerjakan sendiri oleh guru. Sebutlah, misalnya urusan kenaikan pangkat yang harus dimulai dari menyusun Dupak (Daftar Usul Penetapan Angkat Kredit) yang proses dan kelengkapannya cukup melelahkan. Sebelum Dupak disusun, harus pula menyelesaikan pelaksanaan PKG/ PKB yang walaupun secara administrasi harus dikerjakan petugas administrasi sekolah, faktanya tetap juga guru harus ikut mengerjakannya. Termasuk pekerjaan tamabahan seperti ini adalah membuat SKP. Dan masih ada beberapa tugas lainnya yang guru tidak mustahl harus melakukannya sendiri.
Dari sebegitu padat dan beratnya kerja-kerja guru, bagaimana caranya guru melaksanakan itu. Salah satu sikap yang sebaiknya dipegang guru adalah dengan sikap tidak memperberat lagi tugas itu dengan perasaan berat dan perasaan tertekan pada diri sendiri. Bahwa tugas-tugas itu begitu banyak dan pasti memberatkan, maka hilangkan perasaan berat agar tidak justeru menambah beratnya pekerjaan. Tugas-tugas boleh padat tapi dalam melakoninya harus tetap tenang, tegar dan bersemangat.
Tuntutan yang tidak kalah berat dari status guru yang profesional yang juga dikehendaki undang-undang adalah bahwa guru itu harus memiliki minat dan panggilan jiwa serta idealisme yang tinggi. Guru dituntut untuk memilki komitmen yang jelas dan tegas untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia. Diatas itu semua, guru juga dituntut untuk memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalannya. Benar-benar berat.
Jika diulas satu per satu dari tujuh tugas pokok guru serta tuntutan ikutan dari status sebagai guru, sungguh tidak terbayangkan beratnya tugas guru. Untuk melaksanakan fungsi mengajar, mendidik, melatih dan seterusnya sekaligus dalam waktu dan --bisa jadi-- tempat yang sama, tentulah sangat berat. Dalam melaksanakan misalnya, tugas-tugas itu wajib dengan persiapan dan kelengkapannya. Guru tidak begitu saja melaksanakan tugasnya tanpa persiapan. Secara adminstratif guru harus memulai pelaksanaan tugas itu dengan menyusun perangkat KBM (Kegiatan Belajar-Mengajar) sebagai panduan tugas. Dari menyusun dan memahami silabus sampai kepada menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pengajaran) dan membuat instrumen penilaian dan evaluasi, guru wajib melaksanakannya. Tugas-tugas seperti itu tidak dapat dan tidak mungkin menghindarinya.
![]() |
Guru, dalam Kesbukan tetap bisa ke undangan |
Di dalam kelas persiapan yang matang dari sisi administrasi (perangkat tertulis/ teoritis) belum tentu akan sukses pengelolaan pembelajarannya secara prkatis, jika tidak/ belum didukung oleh beberapa fasiltas lain seperti media dan sarana pembelajaran lainnya. Di luar pendukung yang disediakan sekolah --seperti ruangan, meja-kursi, dll-- ternyata begitu banyaknya tugas berat yang wajib dipersiapkan guru itu sendiri.
Dalam kesibukan begitu banyak dan padatnya kerja-kerja guru, ternyata masih ada beberapa tugas lain yang terkadang tidak dapat dihindari. Walaupun tugas-tugas itu pada dasarnya adalah pekerjaan yang harusnya dikerjakan oleh pegawai adminstrasi sekolah (tenaga kependidikan) namun tidak jarang tugas-tugas itu tetap juga dikerjakan sendiri oleh guru. Sebutlah, misalnya urusan kenaikan pangkat yang harus dimulai dari menyusun Dupak (Daftar Usul Penetapan Angkat Kredit) yang proses dan kelengkapannya cukup melelahkan. Sebelum Dupak disusun, harus pula menyelesaikan pelaksanaan PKG/ PKB yang walaupun secara administrasi harus dikerjakan petugas administrasi sekolah, faktanya tetap juga guru harus ikut mengerjakannya. Termasuk pekerjaan tamabahan seperti ini adalah membuat SKP. Dan masih ada beberapa tugas lainnya yang guru tidak mustahl harus melakukannya sendiri.
Dari sebegitu padat dan beratnya kerja-kerja guru, bagaimana caranya guru melaksanakan itu. Salah satu sikap yang sebaiknya dipegang guru adalah dengan sikap tidak memperberat lagi tugas itu dengan perasaan berat dan perasaan tertekan pada diri sendiri. Bahwa tugas-tugas itu begitu banyak dan pasti memberatkan, maka hilangkan perasaan berat agar tidak justeru menambah beratnya pekerjaan. Tugas-tugas boleh padat tapi dalam melakoninya harus tetap tenang, tegar dan bersemangat.
Posting Komentar
Berikan Komentar Anda