BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 April 2017

Puisi Kepada O dan G-T

Satu: Kepada O
adalah bapak dan ibu yang memberi deru hati dan jiwa kami menggebu
adalah bapak dan ibu yang menancapkan semangat syahdu saya dan para guru
tapi jika kami berbuat tak tentu, inilah waktu kami dan terutama aku
aku meminta bapak dan ibu
memaafkan kami

Selasa, 31 Mei 2016

Puisi

Oleh K.damhaR



Air Mataku yang terkahir

Sudah saatnya kapal ini kau layarkan.
Meninggalkan dermaga hatiku yang telah kau singgahi.
Berlayarlah jauh sejauh mata yang tak mampu memandang.
Sangat jauh dari hingar bingar yang dapat ku dengar.
Hingga bayang mu tak menari di lensa, nyanyi mu tak memerdukan telinga.

Kamis, 12 Mei 2016

Tersesatlah Aku

Dari Google.com

Puisi
(M. Rasyid Nur)


ketika mata tak lagi
melihat ketika telinga tak lagi
mendengar ketika hati tak lagi
merasa ketika pikiran tak lagi
terluruskan
di jalan-nya

Kamis, 07 Januari 2016

Mati dan Pecah

Puisi: M. Rasyid Nur

Mati
Setiap hari memang mati
Tidak suka atau suka tapi
Tetap saja mati


Ada yang gerah dan marah
Ada yang emosi tapi juga benci
Ada yang berkelahi dan saling memaki

Rabu, 23 Desember 2015

Karimun Kota Kelahiranku

Puisi Dedi Wahyudi



Enam belas tahun sudah umur kotaku
Sudah beranjak remaja
Sejauh mata memandang
Berdiri dengan megahnya gedung-gedung yang menjulang tinggi
yang ingin mengabarkan  bahwa ini lho kotaku sekarang

Kamis, 17 Desember 2015

Jika Sampah Bisa Bicara

Puisi: Dedi Wahyudi


Jika sampah bisa bicara
Ia pasti tidak ingin ditempatkan sembarangan
Jika sampah bisa bicara
Ia pasti mengeluh
Mengutuk
Mengomel

Minggu, 13 Desember 2015

Puisi: Makhluk Terindah yang Pernah Kumiliki

Oleh Dedi Wahyudi



Sosok itu kini telah tiada di hadapanku
Aku masih ingat ketika ia bersamaku
Di dalam foto yang lawas itu
Ketika akan  mengantarku
Pergi menuju negeri

Senin, 07 Desember 2015

Puisi: Hadiah Sore Hari



Oleh Dedi Wahyudi
Kala itu waktu menunjukkan pukul lima sore
Saatnya menjemput si buah hati yang sedang menimba ilmu
Bercengkerama cukup lama
Tanpa ku sadari
Beliau memberikan sebuah hadiah

Kamis, 26 November 2015

Puisi: Buah Hatiku

Oleh Dedi Wahyudi*



Perjalananmu masih panjang
Carilah bekal sebanyak-banyaknya untuk masa depanmu
Biasakanlah dirimu dengan ocehan, teguran, bentakan, atau apapun itu dari orang tuamu
Sebab menurut pepatah “alah bisa karena biasa”
 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.