BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

Menjelang Bedug*



TERASA sesuatu masih mengganjal hati saya untuk memenuhi undangan itu. Sulit rasanya memberikan kata putus: pergi atau tidak. Mau pergi berat rasa di hati. Tidak pergi juga tidak enak. Saya dapat undangan. Tetangga lagi. Hmm… terasa ada yang menusuk ulu hati saya.
Saya termenung. Pandangan menancap dalam ke tanah yang ditumbuhi rumput gajah itu.
Kesan buruk yang menyebabkan enggannya saya untuk datang ke rumah Pak Arlan, tetangga saya, itu masih berbekas di benak saya. Sulit melupakan begitu saja.

Rabu, 23 Desember 2015

Besar Pasak Daripada Tiang

Cerpen Dedi Wahyudi



Sebenarnya  aku malu untuk menceritakan tentang kisahku ini. Tapi setelah aku pikir, biarlah kuceritakan agar menjadi sesuatu dan  kenangan yang tak terlupakan dalam dan sepanjang hidupku. Untuk menjadi bekal kehidupan bagi siapapun terutama pembaca kisahku.

Kamis, 29 Oktober 2015

MAAFKAN AKU, EMA

Cerpen M. Rasyid Nur

SETELAH aku selesai membaca dua buah cerpen karya S. Markasan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Matahari Kota–nya itu, aku menoleh ke jam vekker yang terletak di depanku. Pukul sembilan tiga puluh.  Hmmm …  sudah malam, desahku sambil menggosok mata yang terasa mulai pedih. Aku menutup buku tersebut. Dan berhenti membacanya. 

DUKA CINTA DI AWAL CITA*

Cerpen M. Rasyid Nur 

BAGAI lingkaran roda mengitari jagat, begitu pula irama cinta ini kurasakan. Dia begitu patuh pada filsafat rotasi itu. Tapi biarlah. Barangkali sampai kiamat pun kehidupan ini akan tetap mengamalkan aturan tersebut. Sekali ke atas; sekali ke bawah. . ke atas; ke bawah, ke atas lagi ke bawah lagi, dst…
..Entah laut mana lagi yang mesti kuharungi – Entah gunung mana lagi yang harus kudaki dan tantangi – Entah terjal mana lagi yang wajib kujalani – Rasanya, semua derita telah kucoba
 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.