BREAKING NEWS

Selasa, 07 April 2015

Bu Hajjah Pak Haji ke Pantai

MENYEBUT pantai, konotasinya selalu anak-anak muda dimabuk cinta. Pantai selalu diidentikkan dengan kesukaan remaja muda-belia dan para turis yang hobi berwisata. Dan ketika sekelompok ibu-ibu dan bapak-bapak berusia tak muda, ikut-ikut ke pantai, ada apa? Penasaran, jadinya.


Pada hari Ahad (29/ 03) lalu sekumpulan ibu-ibu dan bapak-bapak berpakaian kebanyakan serba putih memang kelihatan duduk bersama di pantai Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun. Sepintas pastilah para pengunjung di pantai itu akan sedikit risih dan heran. "Para atuk-atuk, nenek-nenek dan bapak-bapak, kok pada ke pantai," jangan-jangan ada yang bertanya begitu. Mungkin tidak terkejut tapi akan bertanya-tanya di hati, ada apa para hajjah dan haji ada di sini. Para hajjah dan haji ini membentangkan tikar di hamparan pasir putih di tepi pantai.

Jangan berprasangka yang bukan-bukan dulu. Apalagi berprasangka buru, jangan. Mereka bukan sekadar duduk-duduk di pantai bersama ratusan atau ribuan pengunjung pantai di akhir pekan itu. Para hajjah dan haji ini memang punya hajat bersama. Itu adalah pertemuan rutin yang sudah mereka lakukan sejak tujuan lalu. Selama ini pertemuannya memang dari rumah ke rumah saja. Tidak pernah dan belum pernah diadakan di pantai seperti pertemuan akhir Maret 2015 itu.

Sedikit penjelasan untuk para pembaca. Kelompok hajjah dan haji yang diberi nama Ikatan Silaturrahim Haji Satu Empat Dua Tujuh ini adalah sekumpulan para hajjah dan haji yang pada musim haji 1427 (2006/ 2007) lalu kebetulan menunaikan rukun Islam kelima itu dalam rombongan yang sama. Sepulang dari Tanah Suci mereka berinisiatif untuk melanjutkan silaturrahim yang terasa akrab selama di Tanah Suci untuk dilanjutkan di Tanah Air.
Suasana Pantai Pongkar, Karimun

Pada reuni pertama sepulang dari Mekkah-Madinah, Februari 2007 itu mereka sepakat akan mengadakan pertemuan silaturrahim secara rutin dalam setiap bulan. Maka terbentuklah perkumpulan silaturrahim haji ini dengan motor penggerak pertamanya adalah rombongan haji 1427 itu. Ketua pertama waktu itu dipercayakan kepada Pak H. Nurdang, seorang pensiunan PT. Timah. Bersama 14... orang hajjah-haji waktu itu, disepakati pertemuan haji bulanan itu akan akan diisi dengan pencabutan arisan uang selain kegiatan solat dan doa bersama di setiap rumah yang dikunuungi. Disepakati pula bahwa pelaksanaan pertemuan akan bergiliran dari rumah-rumah anggota arisan.

Pertemuan silaturrahim haji terus berjalan dengan lancar setiap bulannya. Kecuali karena alasan tertentu, setiap bulannya selalu diadakan pertemuan. Pertemuannya disepakati pada setiap hari Ahad pekan ketga. Penetapan minggu ketiga ini adalah untuk tidak mengganggu pertemuan haji bulanan yang diadakan oleh IPHI Kecamatan dan Kabupaten. Sudah menjadi ketetapan bahwa pada setiap Ahad pertama itu adalah waktu pertemuan bulanan haji kecamatan dan pada Ahad kedua setiap bulannya adalah pertemuan IPHI Kabupaten. Jadi, ISHAJ 1427 menyepakati pertemuannya pada Ahad ketiga.

Dalam perkembangannya, kini kumpulan ini tidak lagi diikuti oleh para hajjah-haji 1427 saja. Sesuai dengan keputusan bersama, dengan niat kesempatan bersilturrahim ini akan teruas ada, maka diajaklah para hajjah-haji yang lainnya. Kini anggota tidak lagi terbatas pada para hajjah dan haji musim haji 1427 saja. Para hajjah dan haji tahun-tahun sesudahnya juga dapat menjadi anggota. Pertemuan silaturrahim di pantai ini juga dimaksudkan untuk semacam refreshing agar tidak monoton di rumah saja. Semoga pertemuan haji ini akan terus berlangsung hingga kapanb pun.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.