BREAKING NEWS

Kamis, 25 September 2014

Guru Ditakuti, Guru (Tak) Dihormati



Suasana Kelas

KETIKA peserta didik (siswa) tampak lebih takut dari pada hormat kepada gurunya, itu sesungguhnya sudah terjadi penyalahgunaan  wewenang oleh guru kepada peserta didiknya. Cara seperti itu bukanlah pendidikan yang baik buat siswa. Rasa takut pada hakikatnya adalah perasaan keterpaksaan diakibatkan penempatan pelaksanaan peraturan yang keliru oleh guru. Kurikulum baru, 2013 yang saat ini sedang diimplementasikan di seluruh Indonesia, tidak menginginkan model seperti itu.

Guru memang memerlukan ketenangan dalam proses pembelajaran. Setiap guru pasti akan berharap proses pembelajaran yang dilaksanakannya di depan kelas berjalan dengan baik dan lancer serta teratur. Sayangnya pemahaman baik, lancar dan tertib diartikan sebagai suasana tenang tanpa gangguan apapun terutama dari peserta didik. Di sinilah persoalan akan muncul. Suasana tenang tanpa gangguan jika diartikan sebagai suasana tanpa suara ribut sedikitpun dari peserta didik tentulah suasana seperti itu akan menyerupai suasana semedi yang memang tanpa bunyi. Dan suasana pembelajaran tanpa keterlibatan peserta didik sesungguhnya itulah problem yang mesti diatasi guru.

Problema pengelolaan kelas seharusnya tidak lagi diartikan sebagai mengatasi keributan di dalam kelas. Bahwa keributan yang akan mengganggu proses pembelajaran tidak dibenarkan, itu sudah pasti. Tapi suasana gaduh karena keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, itulah suasana yang baik yang mesti diciptakan guru.

Beberapa orang guru sepertinya masih mempertahankan pola pikir pertama di atas. Guru seperti ini beranggapan lebih baik suasana tenang dari pada suasana riuh-rendah dan ribut oleh suara-suara peserta didik. Suasana tenang akan memudahkan guru menyampaikan materi pelajaran dari pada dibumbui dengan suasana ribut. Dengan ketenangan yang tercipta dalam proses pembelajaran, guru akan lebih banyak waktu untuk menyampaikan materi pelajaran. Inilah pandangan mereka yang sesungguhnya teramat keliru.

Tidak ada yang salah dengan penciptaan suasana tenang selama proses pembelajaran berlangsung. Justeru suasana ribut akan mengganggu proses pembelajaran itu sendiri. Hanya saja jika ketenangan yang dimaksud itu  adalah ketenangan yang membuat peserta didik ketakutan untuk berkreasi dan berinovasi,  itu sudah jelas sangat bertentangan dengan perinsip pembelajaran yang menyenangkan.
Perinsip proses pembelajaran menyenangkan adalah perinsip yang mementingkan partisipasi peserta didik lebih aktif dan kreatif dari pada gurunya sendiri. Keterlibatannya haruslah lebih tinggi dalam proses pembelajaran tersebut. Waktu-waktu yang tersedia di ruang kelas lebih banyak dipakai oleh peserta didik dari pada oleh guru. Guru tidak lagi menjadi tokoh yang mendominasi dalam usaha penyampaian materi ajar kepada peserta didik.

Jika guru masih berharap peserta didiknya untuk tenang, duduk dan diam saja di kurisi masing-masing dengan melipatkan tangan di atas meja, lalu gurunya mendominasi waktu (berceramah, dll) maka itu sama sekali tidak akan mampu menciptakan proses pembelajaran partisipatif yang dituntut kurikulum. Suasana seperti itu lebih banyak melahirkan peserta didik yang penakut dari pada peserta didik yang berani dan jujur. Kejujuran mutlak diutamakan dalam pendidikan. Dan itu tentu dimulai dari ruang kelas. Rasa takut sudah jelas akan menjauhkan peserta didik dari kejujuran karena terbinanya keberanian yang baik pada peserta didik.

Untuk itu, guru sudah sejatinya berpikir bagaimana membuat pesrta didik yang menghormati gurunya tapi bukan menakuti gurunya. Peserta didik yang merasa takut kepada guru akan cenderung berperilaku tidak jujur kepada gurunya. Sebaliknya, peserta didik yang sudah dilatih untuk berani mengemukakan pendapatnya di depan kelas akan cenderung jujur dan apa adanya kepada gurunya. Inilah sebenarnya yang diharapkan muncul dari setiap peserta didik. Kelak mereka akan memerlukan sikap jujur dan berani itu ketika sudah berhadapan dan mendapat tanggung jawab di tengah-tengah masyarakat. Semoga!***
Catatan: Tulisan ini sudah pernah diposting diblog lainnya.

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.