| Suasana Kelas |
KETIKA peserta didik (siswa) tampak lebih takut dari pada hormat
kepada gurunya, itu sesungguhnya sudah terjadi penyalahgunaan wewenang oleh guru kepada peserta didiknya.
Cara seperti itu bukanlah pendidikan yang baik buat siswa. Rasa takut pada
hakikatnya adalah perasaan keterpaksaan diakibatkan penempatan pelaksanaan
peraturan yang keliru oleh guru. Kurikulum baru, 2013 yang saat ini sedang
diimplementasikan di seluruh Indonesia, tidak menginginkan model seperti itu.
Guru memang memerlukan ketenangan dalam proses pembelajaran. Setiap
guru pasti akan berharap proses pembelajaran yang dilaksanakannya di depan
kelas berjalan dengan baik dan lancer serta teratur. Sayangnya pemahaman baik,
lancar dan tertib diartikan sebagai suasana tenang tanpa gangguan apapun
terutama dari peserta didik. Di sinilah persoalan akan muncul. Suasana tenang
tanpa gangguan jika diartikan sebagai suasana tanpa suara ribut sedikitpun dari
peserta didik tentulah suasana seperti itu akan menyerupai suasana semedi yang
memang tanpa bunyi. Dan suasana pembelajaran tanpa keterlibatan peserta didik
sesungguhnya itulah problem yang mesti diatasi guru.
Problema pengelolaan kelas seharusnya tidak lagi diartikan sebagai
mengatasi keributan di dalam kelas. Bahwa keributan yang akan mengganggu proses
pembelajaran tidak dibenarkan, itu sudah pasti. Tapi suasana gaduh karena
keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, itulah suasana yang baik
yang mesti diciptakan guru.
Beberapa orang guru sepertinya masih mempertahankan pola pikir
pertama di atas. Guru seperti ini beranggapan lebih baik suasana tenang dari
pada suasana riuh-rendah dan ribut oleh suara-suara peserta didik. Suasana
tenang akan memudahkan guru menyampaikan materi pelajaran dari pada dibumbui
dengan suasana ribut. Dengan ketenangan yang tercipta dalam proses
pembelajaran, guru akan lebih banyak waktu untuk menyampaikan materi pelajaran.
Inilah pandangan mereka yang sesungguhnya teramat keliru.
Tidak ada yang salah dengan penciptaan suasana tenang selama
proses pembelajaran berlangsung. Justeru suasana ribut akan mengganggu proses
pembelajaran itu sendiri. Hanya saja jika ketenangan yang dimaksud itu
adalah ketenangan yang membuat peserta didik ketakutan untuk berkreasi
dan berinovasi, itu sudah jelas sangat
bertentangan dengan perinsip pembelajaran yang menyenangkan.
Perinsip proses pembelajaran menyenangkan adalah perinsip yang
mementingkan partisipasi peserta didik lebih aktif dan kreatif dari pada
gurunya sendiri. Keterlibatannya haruslah lebih tinggi dalam proses
pembelajaran tersebut. Waktu-waktu yang tersedia di ruang kelas lebih banyak
dipakai oleh peserta didik dari pada oleh guru. Guru tidak lagi menjadi tokoh
yang mendominasi dalam usaha penyampaian materi ajar kepada peserta didik.
Jika guru masih berharap peserta didiknya untuk tenang, duduk dan
diam saja di kurisi masing-masing dengan melipatkan tangan di atas meja, lalu
gurunya mendominasi waktu (berceramah, dll) maka itu sama sekali tidak akan mampu
menciptakan proses pembelajaran partisipatif yang dituntut kurikulum. Suasana
seperti itu lebih banyak melahirkan peserta didik yang penakut dari pada
peserta didik yang berani dan jujur. Kejujuran mutlak diutamakan dalam
pendidikan. Dan itu tentu dimulai dari ruang kelas. Rasa takut sudah jelas akan
menjauhkan peserta didik dari kejujuran karena terbinanya keberanian yang baik
pada peserta didik.
Untuk itu, guru sudah sejatinya berpikir bagaimana membuat pesrta
didik yang menghormati gurunya tapi bukan menakuti gurunya. Peserta didik yang
merasa takut kepada guru akan cenderung berperilaku tidak jujur kepada gurunya.
Sebaliknya, peserta didik yang sudah dilatih untuk berani mengemukakan
pendapatnya di depan kelas akan cenderung jujur dan apa adanya kepada gurunya.
Inilah sebenarnya yang diharapkan muncul dari setiap peserta didik. Kelak
mereka akan memerlukan sikap jujur dan berani itu ketika sudah berhadapan dan
mendapat tanggung jawab di tengah-tengah masyarakat. Semoga!***
Catatan: Tulisan ini sudah pernah diposting diblog lainnya.
Catatan: Tulisan ini sudah pernah diposting diblog lainnya.
Posting Komentar
Berikan Komentar Anda