![]() |
| Pemasangan Tanda Peserta |
Seremoni Pembukaan dimulai pukul 15.00 WIB sepulang sekolah. Ini dimaksudkan untuk tidak sampai mengganggu kegiatan pembelajaran di pagi hari. Semula, Pembina Osis dan panitia meminta pembukaan di pagi hari. Tapi setelah diberi pengertian, disepakati pembukaannya sore saja. Dan setelah pembukaan itu, istirahat asar sebentar, langsung dimulai sesi pertama dengan materi "Manajemen Kepemimpinan" tersebut.
Ada yang menarik bagi saya ketika saya memberikan materi pokok dalam acara LDK kali ini. Pada sesi diskusi, seorang peserta yang saya minta menjelaskan apa saja yang mereka tahun tentang ciri-ciri seorang pemimpin, dengan sangat gamblang dia memberi penjelasan. Begini katanya," Seorang pemimpin itu harus mau atau rela meluangkan waktunya untuk kegiatan-kegiatan positif di luar waktu tugas pokoknya." Maksud wanita kelas XI IS ini, seorang pemimpin itu harus bersedia menyediakan waktu-wkatu kosongnya untuk keperluan orang lain yang bernilai positif selain memanfaatkan waktu untuk pekerjaan utamanya.
Catatan pertama yang saya pertegas dari penjelasan siswa ini adalah bahwa setiap pemimpin sudah memanfaatkan waktu-waktunya untuk menunaikan tugas-tugas pokoknya dengan baik. Dia tidak membiarkan waktu berlalu alias menyia-nyiakan waktu terbuang. Karena orang yang membuang-buang waktu berarti orang merugi. Jika dia seorang siswa yang dipercaya menjadi Ketua Kelas atau Ketua OSIS, misalnya maka sebagai siswa, dia pertama-tama memanfaatkan waktunya untuk belajar terlebih dahulu. Dan karena Ketua Kelas atau Ketua OSIS adalah seorang siswa yang dipercaya melaksanakan tugas lain, dia pun bersedia meluangkan waktu kosongnya untuk mengurus kelas atau organisasi OSIS-nya. Itulah ciri seorang pemimpin, katanya.
Sungguh mengagumkan saya penjelasan peserta LDK yang masih duduk di kelas XI itu. Jika saja semua siswa bahkan guru yang dipercaya mendapat tugas tambahan selain tugas pokoknya rela dan menyediakan waktu-waktu kosongnya untuk bekerja tambahan, maka tentu saja akan sangat banyak prestasi yang bisa diraih oleh seorang siswa atau guru. Ingin menjadi pemimpin memang diperlukan waktu yang ekstra. Padahal semua orang mendapat waktu yang sama dalam kehidupannya. Lalu? Di sinilah kecerdasan memanej waktu itu diperlukan. Yang pasti, pemimpin itu memang wajib memanfaatkan waktu-waktunya dengan sebaik-baiknya.***

Posting Komentar
Berikan Komentar Anda