
Di SMA Negeri 3 Karimun, misalnya selain moto 'bertamadun' yang secara harfiyah bermakna berkebudayaan dan secara akronimatif berarti 'Berjaya dalam karya, Tabah dan ulet dalam usaha, Makmur sejahtera untuk akhirat dan Dunia tak lupa untuk sukses, sekolah ini juga mempunyai satu sebutan atau satu istilah lain yang menjadi bagian dari budaya sekolah untuk dihafal dan dilaksanakan bersama. Sebutan itu adalah Tri D alias Tiga D (disiplin) yang diharapkan mudah dihafal warga sekolah dan akan mudah pula melaksanakannya. Ketiga disiplin itu akan menjadi kunci dalam usaha mewujudkan visi-misi sekolah.
Tiga D atau tiga disiplin yang dimaksud adalah 1) disiplin waktu; 2) disiplin belajar; dan 3) disiplin penampilan. Tiga disiplin ini jika benar-benar diterapkan oleh seluruh warga sekolah secara konsisten maka visi sekolah untuk menjadi sekolah 'bermutu dan berprestasi dengan landasan budaya dan agama', sebagaimana tertera dalam program sekolah akan dapat tercapai. Disiplin waktu, disiplin belajar dan disiplin penampilan adalah tiga hal dasar yang sejatinya dimiliki dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh warga sekolah.
Dengan disiplin waktu, misalnya seseorang atau sebuah institusi akan menjadikan ketepatan waktu sebagai dasar dalam melaksanakan tugas. Orang harus percaya bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat penting dari segala-galanya. Dengan memanfaatkan waktu secara benar dan secara efektif maka akan tercapai apapun yang direncanakan pada waktu yang diinginkan. Tuhan nyata-nyata mengingatkan pada surah al'ashri bahwa dari sisi waktu manusia itu pada dasarnya merugi kecuali melakukan sesuatu yang baik. Artinya, jika manusia memanfaatkan kesempatan yang diberi Tuhan untuk hal-hal yang baik maka dia akan terhindar dari merugi. Itulah perlunya disiplin waktu.
Begitu pula disiplin belajar, terutama di sekolah, tentunya. Sebagai lembaga pembelajaran, sekolah diharapkan menghasilkan para peserta didik yang senang belajar. Belajar adalah kewajiban manusia untuk mampu mempertahankan eksistensi kemanusiaannya. Dengan belajar, orang akan memiliki sesuatu yang dibutuhkannya dalam mengelola hidup dan kehidupan dirinya. Sebagai hak fitrah manusia, sejatinya belajar tidak boleh disia-siakan. Itulah sebabnya agama (Islam, misalnya) mewajibkan umatnya untuk belajar. Tidak ada pengecualian bagi manusia untuk belajar.
Tentang disiplin penampilan, maksudnya manusia juga wajib menampilkan dirinya sebagai manusia itu sendiri. Sebagai makhluk yang sempurna --biahsani atqwiim-- diciptakan Tuhan, manusia tentu saja wajib membuktikan kesempurnaannya itu dalam kehdupan sehari-hari. Dalam konteks sekolah, disiplin penampilan artinya seluruh warga sekolah wajib tampil dengan segala aturan yang telah ditentukan. Baik berpakaian, pengelolaan ruang dan atau sarana lainnya, kesemuanya wajib ditampilkan seindah dan sebaik mungkin. Itulah disiplin penampilan.
Jika begitu adanya, maka sudah seharusnya Tiga Disiplin itu dimiliki dan dilaksanakan oleh siapa dan kelompok mana saja jika ingin mewujudkan harapannya. Semoga.
Begitu pula disiplin belajar, terutama di sekolah, tentunya. Sebagai lembaga pembelajaran, sekolah diharapkan menghasilkan para peserta didik yang senang belajar. Belajar adalah kewajiban manusia untuk mampu mempertahankan eksistensi kemanusiaannya. Dengan belajar, orang akan memiliki sesuatu yang dibutuhkannya dalam mengelola hidup dan kehidupan dirinya. Sebagai hak fitrah manusia, sejatinya belajar tidak boleh disia-siakan. Itulah sebabnya agama (Islam, misalnya) mewajibkan umatnya untuk belajar. Tidak ada pengecualian bagi manusia untuk belajar.
Tentang disiplin penampilan, maksudnya manusia juga wajib menampilkan dirinya sebagai manusia itu sendiri. Sebagai makhluk yang sempurna --biahsani atqwiim-- diciptakan Tuhan, manusia tentu saja wajib membuktikan kesempurnaannya itu dalam kehdupan sehari-hari. Dalam konteks sekolah, disiplin penampilan artinya seluruh warga sekolah wajib tampil dengan segala aturan yang telah ditentukan. Baik berpakaian, pengelolaan ruang dan atau sarana lainnya, kesemuanya wajib ditampilkan seindah dan sebaik mungkin. Itulah disiplin penampilan.
Jika begitu adanya, maka sudah seharusnya Tiga Disiplin itu dimiliki dan dilaksanakan oleh siapa dan kelompok mana saja jika ingin mewujudkan harapannya. Semoga.
Posting Komentar
Berikan Komentar Anda