BREAKING NEWS

Jumat, 27 Februari 2015

Ketika Bupati Berbagi Rezeki (Catatan Kunjungan Bazar MTQ)

SELEPAS peresmian pembukaan melalui pidato pengarahannya, bupati biasanya diminta panitia berkunjung ke stand-stand bazar bersempena MTQ. Di setiap MTQ Kecamatan, memang selalu ada bazar yang diselenggarakan panitia. Pembukaannya biasanya satu hari atau beberapa jam menjelang acara pembukaan MTQ malamnya. Pembukaan bazar sendiri biasanya oleh Ibu Ketua Pembina PKK yang tidak lain adalah Ibu Bupati (isteri bupati).

Sudah menjadi tradisi bahkan menjadi aturan tidak resmi bahwa stand bazar di setiap MTQ Kecamatan akan dibuka oleh Ibu Bupati sementara MTQ sendiri akan dibuka oleh bupati. Wakil bupati? Kebagian menutup MTQ secara resmi di akhir kegiatan nanti. Begitulah yang berlaku selama berlangsungnya MTQ Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Karimun selama ini. Bulan Februari dan Maret ini adalah waktu-waktu pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Karimun secara bergantian.

Catatan menarik dari keberadaan bazar bukan saja karena masyarakat (pengunjung) berkesempatan berbelanja dengan harga murah selama berlangsungnya MTQ, tapi ada pula catatan menarik lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan bazar itu sendiri. Satu dari sekian catatan itu adalah ketika kunjungan bupati atau wakil bupati berlangsung di tempat-tempat bazar.

Setiap malam, baik bupati maupun wakilnya, ketika acara pembukaan dan penutupan berlangsung, selalu dua 'sehati' pemimpin Karimun itu diberi kesempatan (dipersilakan) oleh panitia untuk meninjau stand-stand bazar yang ada. Bagi panitia, tentu saja kedatangan bupati atau wakilnya itu sebagai suatu penghargaan tersendiri. Apalagi jika keduanya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan bazar tersebut. Di malam pembukaan, bupati yang berkunjung ke stand-stand bazar,  sementara di malam penutupan, wakil bupati pula yang mengunjungi stand bazar.

Satu catatan menarik yang selalu membuat penjaga stand bazar yang hadir merasa senang dan puas adalah ketika bupati suka membeli barang-barang pameran yang sekaligus menjadi barang dagangan yang ada di setiap stand bazar. Biasanya bupati tidak sekadar melihat dan bertanya. Tidak juga sekadar mengisi buku tamu atau berfoto bersama saja. Tapi bupati biasanya berbelanja apa saja yang ada di stand bazar. Dan belanja yang dia lakukan terkadang begitu banyak.

Ketika dia meninjau stand bazar yang menjual makanan ringan hasil karya masyarakat setempat, misalnya selalunya bupati akan memborong barang-barang itu. Berbagai jenis kerupuk, kue bangkit, kue pisang kering dan banyak lagi akan dibelinya dalam jumlah yang banyak sekali. Siapa saja yang ada di sekitar bupati, akan kecipratan rezeki dari belanjaan bupati. Dia akan memberi dan membagi-bagi barang-barang yang dibelinya di stand bazar. Tampak sekali bupati benar-benar berbagi rezeki pada saat meninjau stand bazar itu.

Sekali waktu, bupati langsung mengeluarkan uang yang memang sudah tersedia di saku bajunya. Tapi pada kesempatan lainnya lagi, tidak jarang para petugas (pembantunya) yang langsung membayar karena uang itu sudah dititipkan pada mereka. Jumlah uang yang dibelanjakan bupati kelihatannya begitu banyak. Untuk setiap stand tidak kurang dua sampai tiga juta dia berbelanja. Seminim-minimnya kurang lebih satu juta rupiah untuk setiap stand. Hitunglah jika stand bazar itu belasan bahkan puluhan jumlahnya. Itu pun baru dalam satu tempat MTQ (kecamatan). Jika 12 kecamatan? Hitunglah kemungkinan pengeluarannya.

Kita percaya itu adalah cara oleh bupati untuk berbagi rezeki kepada masyarakatnya, khususnya pada momen-momen seperti MTQ itu. Pada momen-momen lagi, terkadang dia juga berbagi rezeki dengan rakyatnya. Pak Nurdin, memang terkenal sangat royal berbagi rezeki kepada orang-orang yang dianggapnya pantas untuk diberi. Semoga saja pengeluaran itu benar-benar mendapat berkah dan pahala dari Yang Maha Kuasa.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.