BREAKING NEWS

Sabtu, 28 Februari 2015

Gurau Jangan Melampau

Pelawak Darto Helm
TIDAK dilarang bergurau. Bergurau dalam pengertian guyonan atau kelakar yang sekadar bermain-main saja, tidak ada larangannya. Apalagi jika bergurau dimaksudkan untuk menghilangkan  ketegangan pikiran, tentu saja itu diperlukan.


Pelawak yang sudah menjadikan guruan sebagai sebuah profesi justeru sangat laris di tengah masyarakat dengan aneka kalimat dan percakapan yang bernada gurauannya. Mereka justeru dibayar mahal oleh perusahaan untuk menjadi hiburan.

Gurauan atau bergurau menjadi masalah jika sudah tidak lagi dapat diterima sebagai sekadar gurauan oleh yang orang yang mendengar. Di lingkungan sekolah, dengan komunitas pelajar dan guru, kebiasaan bergurau antar siswa (pelajar) juga selalu ada. Pada jam-jam istirahat atau beberapa saat menjelang masuk kelas, sering terjadi saling gurau antara satu teman dengan teman lainnya.

Sampai batas tertentu, saling bergurau dengan melontarkan berbagai perkataan biasanya tidak ada masalah. Tapi tidak jarang juga terjadi guruan yang disalahpahami oleh lawan biacara. Karena tidak dapat menerima perkataan atau pernyataan yang disampaikan, maka terjadi salah paham yang berlanjut pada perdebatan yang tidak menyenangkan. Dan jika perdebatan ini tidak dapat diatasi maka tidak mustahil akan berujung pada perkelahian.

Di sinilah akhirnya akan saling menyalahkan. Yang satu menyalahkan yang lainnya. Dan tidak dapat dihindarkan pula keterlibatan pihak ketiga. Gurauan ini pun akan semakin melibatkan banyak pihak. Dari hanya dua orang akhirnya muncul orang ketiga, keempat dan seterusnya. Lebih jelek lagi, akhirnya bisa pula melibatkan orang atau keluarga lainnya.

Dapat dibayangkan jika dua pihak dengan jumlah orang yang semakin ramai terlibat dalam perselisihan yang tidak lagi mudah diredakan, tentu saja persoalan itu akan semakin rumit. Persoalan yang awalnya sederhana dan sepela saja, malah menjadi rumit. Tidak tertutup juga kemungkinan akan membawa-bawa institusi hukum seperti polisi, jaksa dan tentu saja hakim.

Oleh karena itu, bergurau itu memang tidak boleh melampau. Jangan kelewat batas karena akan rasa pedih dan duka yang membekas. Sayang sekali jika kekuatasan, kesempatan, energi dan berbagai kekayaan yang dimiliki hanya terkuras habis untuk menyelesaikan persoalan guruan yang melampaui batas. sayang sekali.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.