INI benar-benar tidak menyenangkan. Sekali lagi harus saya luahkan perasaan saya ini. Berita televisi, koran dan berita online dua hari (Jumat- Sabtu, 26-27/ 9) ini benar-benar serasa memekakkan telinga, serasa memedihkan mata dan menyesakkan dada. Tidak enak didengar dan dibaca oleh siapa saja.
Seorang 'tertinggi' di Riau sana, mantan orang 'tertinggi' pula di salah satu kabupaten di provinsi yang sama, harus berurusan dan tidur di kamar yang ditentukan KPK. Sebagai orang yang terlahir di Airtiris, menimba ilmu di Pekanbaru (keduanya di Riau) walaupun mengabdi dan sudah menjadi orang Kepri sejak 32 tahun lalu, saya pasti ikut bersama rakyat Riau saat ini yang sedih dan amat-sangat kecewa.
Annas Maamum, sang gubernur yang baru beberapa bulan saja dilantik, kini mendekam di 'hotel' KPK. Bersama beberapa orang teman dan keluarganya 'atuk yang sudah bau tanah' itu membuat rakyatnya tersentak. Bagaikan orang dibentak ketika 'tidur-tidur ayam' rakyat Riau pasti terperangah membaca berita hari-hari ini. Mata menatap kosong jauh ke depan sana dalam ranah sangat kecewa. Annas kini telah menyambung daftar pencoleng yang gagal menipu aparat hukum. Hadeuh. Mau bicara apa lagi.
Belum juga hapus berita korupsi yang menyebut nama Anas, kini Annas lagi yang diberitakan. Buat Anas Urbaningrum, munculnya nama yang sama di pusaran yang sama dan akan membuat nama ini kian tranding di berita, sebenarnya tidak akan menambah hukumnya. Tapi bagi kita masyarakat, Annas Maamum ini tentu saja akan menambah koleksi berita kita. Indonesia benar sukses memproduksi manusia-amnusia korup.
Berita Annas Maamum tidak saja membuat kita harus membaca berita Anas Urbaningrum lagi, tapi terlebih-lebih berita 'atuk' yang masih gunernur ini akan mengingatkan kita lagi ke gubernur sebelumnya yang sudah lebih duluan berurusan dengan KPK. Siapa sangka Saleh Jasit yang gesit itu akan tidur di penjara. Siapa menduga Rusli Zainal yang fenomenal itu akan dipenjara juga. Rasuli Zainal terkenal dengan berbagai kehebatanny, baik sebelum menjadi gubernur maupun setelah dan selama mennjadi gubernur.
Kini Annas Maamun meneruskan jejak-langkah dua gunernur sebelum dia berkuasa. Akankah gubernur pengganti Annas Maamum nanti juga akan tersandung korupsi? Ya Tuhan, tolonglah rakyat Riau menentukan gubernurnya yang tidak koruptor. Ah, apakah nanti setelah pemilihannya direbut oleh DPRD akan benar-benar terpilih pemimpin anti korupsi? Entahlah.
Seorang 'tertinggi' di Riau sana, mantan orang 'tertinggi' pula di salah satu kabupaten di provinsi yang sama, harus berurusan dan tidur di kamar yang ditentukan KPK. Sebagai orang yang terlahir di Airtiris, menimba ilmu di Pekanbaru (keduanya di Riau) walaupun mengabdi dan sudah menjadi orang Kepri sejak 32 tahun lalu, saya pasti ikut bersama rakyat Riau saat ini yang sedih dan amat-sangat kecewa.
Annas Maamum, sang gubernur yang baru beberapa bulan saja dilantik, kini mendekam di 'hotel' KPK. Bersama beberapa orang teman dan keluarganya 'atuk yang sudah bau tanah' itu membuat rakyatnya tersentak. Bagaikan orang dibentak ketika 'tidur-tidur ayam' rakyat Riau pasti terperangah membaca berita hari-hari ini. Mata menatap kosong jauh ke depan sana dalam ranah sangat kecewa. Annas kini telah menyambung daftar pencoleng yang gagal menipu aparat hukum. Hadeuh. Mau bicara apa lagi.
Belum juga hapus berita korupsi yang menyebut nama Anas, kini Annas lagi yang diberitakan. Buat Anas Urbaningrum, munculnya nama yang sama di pusaran yang sama dan akan membuat nama ini kian tranding di berita, sebenarnya tidak akan menambah hukumnya. Tapi bagi kita masyarakat, Annas Maamum ini tentu saja akan menambah koleksi berita kita. Indonesia benar sukses memproduksi manusia-amnusia korup.
Berita Annas Maamum tidak saja membuat kita harus membaca berita Anas Urbaningrum lagi, tapi terlebih-lebih berita 'atuk' yang masih gunernur ini akan mengingatkan kita lagi ke gubernur sebelumnya yang sudah lebih duluan berurusan dengan KPK. Siapa sangka Saleh Jasit yang gesit itu akan tidur di penjara. Siapa menduga Rusli Zainal yang fenomenal itu akan dipenjara juga. Rasuli Zainal terkenal dengan berbagai kehebatanny, baik sebelum menjadi gubernur maupun setelah dan selama mennjadi gubernur.
Kini Annas Maamun meneruskan jejak-langkah dua gunernur sebelum dia berkuasa. Akankah gubernur pengganti Annas Maamum nanti juga akan tersandung korupsi? Ya Tuhan, tolonglah rakyat Riau menentukan gubernurnya yang tidak koruptor. Ah, apakah nanti setelah pemilihannya direbut oleh DPRD akan benar-benar terpilih pemimpin anti korupsi? Entahlah.

Posting Komentar
Berikan Komentar Anda