BREAKING NEWS

Selasa, 10 Maret 2015

Tidak Dibaca, Tidak Masalah: Bersahabatlah

MERASA kecewea karyanya tidak dibaca? Merasa tidak puas tulisan-tulisannya tidak diminati? Atau ingin marah postingan di blognya tidak dikunjungi? Ah, jawabab saja, "Emang gua pikirin?" dan terus sajalah menulis yang lain.


Meskipun berharap tulisan-tulisan yang kita publish di media --online, sosial, atau apa saja-- dibaca oleh orang lain, namun itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengubah pikiran. Maksud saya, jangan terpikirkan untuk berhenti menulis dari sudah membiasakan menulis hanya karena tulisannya tidak dibaca atau kurang dibaca orang lain.

Bahwa ramainya pengunjung dan atau pembaca karya-karya kita adalah sebagai sebuah kepuasan tersendiri, itu memang benar demikian adanya. Itulah sebabnya orang berusaha untuk menghasilkan karya-karya yang baik. Baik dalam arti bahwa tulisan itu dipandang berguna oleh pembacanya selain enak dibaca, aktual dan seterusnya. Dan dengan begitu akan ramailah pembacanya.

Tapi ramai-tidaknya pembaca tidak harus menjadi alasan untuk menulis atau tidak menulis. Sesungguhnya menulis atau tidak menulis adalah keperluan dari penulisnya sendiri. Penulis, pertama-tama wajib memutuskan bahwa kebutuhan menulis itu adalah untuk kebutuhan diri sendiri. Kebutuhan bagi penulisnya sendiri. Bukan kebutuhan orang lain.

Persahabatan Antar Ana-anak yang Begitu Harmonis

Tujuan seseorang melakukan kreativitas menulis di dunia maya tentu saja bermacam-macam. Satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa media-media yang tersedia di dunia maya akan menghubungkan seseorang dengan orang lainnya meskipun sekadar lewat tulisan. Bagaikan membuka jendela dunia yang maha besar, menyampaikan sesuatu di unia maya yang tanpa batas berarti sama dengan seseorang membuka jendela maha luas yang akan menemukan banyak orang di luar sana.

Jadi, apa yang harusnya diharapkan? Menurut saya, yang utama adalah menjalin hubungan, komunikasi atau persahabatan dengan orang-orang itu. Tulisan-tulisan yang dipublish, pertama-tama pasti akan menghubungkan penulis dengan pembacanya. Berarti secara otomatis tulisan itu adalah alat komunikasi antara satu dengan lainnya. Maka sejatinyalah yang harus dan perlu diusahakan adalah bagaimana menjalin hubungan persahabatan walaupun persahabatan dunia maya.

Kalau demikian, tulisan-tulisan yang kita posting di dunia maya, seandainya tidak dibaca oleh siapapun, toh kita akan membacanya sendiri; maka jadikanlah ia sebagai alat penghubung untuk terjalinnya persahabatan di antara kita. Persahabatan inilah yang seharusnya pertama-tama kita wujudkan. Dengan persahabatan yang baik dan harmonis, pastilah akan mendatangkan kebaikan dan kebijakan lainnya. Dalam agama bahkan diajarkan bahwa dengan menjalin hubungan persahabatan (silaturrahuim) akan mampu memperpanjang umur seseorang dan akan melimpahruahkan rezeki orang-orang tersebut.

Lalu apa lagi? Menulis sajalah. Tulislah apa saja yang kita inginkan dan menyenangkan. Selebihnya tidak perlu dipersoalkan. Serahkan saja kepada dunia itu sendiri.***

Bayangkan saja persahabatan antara satu dengan yang lain

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.