![]() |
| Pentas Pensi I sedang disiapkan |
Selain masalah biaya yang terasa cukup berat dan akan memberatkan jika dipaksakan, juga ada kendala lain seperti kesiapan para siswa itu sendiri untuk menyuguhkan kreasi seninya. Untuk biaya, karena dalam anggaran rutin sekolah dan uang komite tidak dianggarkan maka biaya yang diharapkan menopang rencana kegiatan itu belum juga ada.
Anggaran rutin dari APBD Kabupaten Karimun memang tidak atau belum menganggarkan untuk kegiatan semacam Pensi itu. Pos-pos anggaran rutin memang sudah diplot langsung oleh Pemda sendiri sesuai kebutuhan sekolah. Setiap sekolah sepertinya dibuat sama oleh pemerintah. Begitu pula pada mata anggaran komite (uang yang digalang dari orang tua siswa) juga belum teranggarkan biaya untuk pementasan seni seperti itu. Dua anggaran yang memang sudah ada di sekolah, belum memasukkan rencana kegiatan pementasan acara-acara kesenian seperti yang direncanakan itu.
Jika dipaksakan sebagaimana keinginan para siswa, lalu dana digalang dari siswa sendiri, misalnya pastilah cara ini akan mendapat tentangan dari orang tua siswa. Uang komite yang sudah diturunkan saja berbanding sebelumnya-sebelumnya --karena adanya bantuan pemerintah seperti dana BOS-- masih banyak siswa yang keberatan. Begitu juga orang tua siswa masih kelihatan keberatan untuk menggalang dana seperti itu. Itulah sebabnya tidak bisa menyelenggarakan acara kesenian yang memakan biaya lumayan besar itu.
Maka di tahun 2013/ 2014 itu akhirnya keinginan siswa ini tidak dapat terlaksana. Pada tahun 2014/ 2015 rencana kegiatan yang sama kembali digulirkan dengan akan memasukkan anggarannya pada dana BOS. Tapi karena pada anggaran BOS semester kedua (Juni- Desember 2014) masih belum dianggarkan juga maka rencana Pensi yang diharapkan terlaksana pada bulan Agustus 2014 itu juga gagal. Barulah pada awal tahun 2015 ini dapat dilaksanakan karena memang sudah dianggarkan oleh panitia BOS 2015.
Sabtu malam (28/ 03) lalu itu akhirnya rencana yang sudah lama didambakan siswa, akhirnya terlaksana juga. Dengan anggaran seadanya dari sekolah, para siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler akhirnya dapat melepaskan keinginannya untuk berkreasi seni. Biaya tidak hanya dibebankan ke sekolah namun ternyata siswa juga ikut menopangnya.
Untuk sewa tenda, konsumsi dan beberapa biaya lainnya misalnya, ditanggung sekolah (dana BOS) sementara biaya pelaksanaan seperti asesori peserta, make up peserta, pakaian, dll semuanya atas biaya pribadi siswa. Alhamdulillah, Pensi I pertama ini berjalan dengan lancar dengan disaksikan juga oleh Ketua Komite Sekolah, Sabari Basirun selain seluruh keluarga besar sekolah. Sebelum dimulai, Kepala Sekolah diminta memberi sambutan sekaligus membuka dengan resmi. Sukses, anak-anakku!***

Posting Komentar
Berikan Komentar Anda