BREAKING NEWS

Rabu, 25 Maret 2015

Kelas Kami Belum Disiplin

KETIKA di satu kelas diberi kesempatan mengemukakan idenya untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah, salah satu masalah yang dikemukakan siswa adalah perihal rendahnya tingkat disiplin siswa di kelasnya. Sebagian besar siswa yang berada dalam kelas itu memilih permasalahan yang hampir sama: rendahnya tingkat disiplin siswa di kelas.


Guru yang mengelola pembelajaran waktu itu memang guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Materi yang kebetulan disampaikan pada waktu  itu adalah kompetensi yang berkaitan dengan menulis karya ilmiah. Dan ketika kepada setiap siswa diminta memikirkan dan menentukan masalah apa yang ingin dikemukakan sebagai salah satu masalah yang akan ditulis, kebanyakan mereka menjadikan rendahnya disiplin di kelas bahkan di sekolahnya sebagai masalah utamanya. Tentu saja ini bagus.

Boleh jadi, pemikiran itu timbul karena menyaksikan kenyataan itu dalam keseharian mereka. Sekolah yang menentukan masuk pukul tujuh pagi, boleh jadi masih ramai teman-teman sekelasnya yang datang terlambat. Atau boleh jadi ada banyak lagi ketidakdisiplinan lain yang menjadi perhatian mereka. Inilah yang disebut pikiran yang bagus. 

Pikiran itu dikatakan bagus, karena ada kejujuran dari siswa sendiri terhadap diri mereka sendiri. Mereka seperti mengakui bahwa disiplin yang ada di kelas mereka masih harus dan ditingkatkan. Tidak boleh keadaan seperti itu dibiarkan terus. Maka muncullah ide untuk menulis dan menjadikannya sebagai bahan penelitian untuk ditulis dalam sebuah laporan.

Sebenarnya, pengakuan jujur seperti itu penting. Menyatakan apa yang sebenarnya, memang dianjurkan. Tapi lazimnya, jika menyangkut sesuatu yang tidak menyenangkan, orang cenderung untuk menutup-nutupinya. Sering dijumpai ketidakjujuran jika berhadapan dengan kenyataan jelek seperti itu.

Maka ketika para siswa ini ada keinginan untuk menjadikan masalah 'rendahnya tingkat disiplin' di kelas mereka, maka sebaiknya para guru dan sekolah wajib mendorong ini. Selain mereka dapat berlatih membuat karya tulis ilmiah, sekaligus menajdikan masalah ini sebagai introspeksi diri. Jika mereka mengatakan, "Kelas kami belum disiplin," itu tidak masalah. Justeru bagus, agar ke depan lebih disiplin.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.