BREAKING NEWS

Minggu, 30 November 2014

Dari HUT PGRI Moro: Risau Tapi Puas

Tenda VIP Makan Siang
PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-69 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2014 diselenggarakan di Kecamatan Moro. Setelah giliran Moro pada 2013 lalu ditunda dan HUT PGRI ke-68 diselenggarakan di Kecamatan Meral (Barat) sebagai strategi menghadapi Pemilu lalu, kini giliran itu sampai juga ke kecamatan yang terkenal sebagai Moro Bersinar itu.

HUT PGRI di Kabupaten Karimun memang selalu berpindah-pindah dari satu kecmatan ke kecamatan lainnya. Dua tahun lalu, misalnya pelaksanaan HUT PGRI diselenggarakan di Kecmaatan Kundur Barat (di Sawang). Dan tahun depan juga akan dilaksaakan di kecamatan lainnya. Dari 12 (dua belas) kecamatan yang ada di kabupaten 'berazam' ini masih ada beberapa kecamatan yang belum mendapat giliran sebagai tuan rumah. Hal itu disebabkan karena memang kecamatan baru hasil pemekaran. Pengurus cabang PGRI-nya juga ada yang belum atau baru terbentuk.

HUT PGRI tahun 2014 ini terasa ada yang berbeda bahkan terasa istimewa. Dari segi geografis, selama ini Moro selalu diidentikkan sebagai daerah sulit. Dulunya sebutan Moro juga diidentikkan dengan istilah sulit: Moro Sulit. Jika menyebut Moro, orang akan langsung menghubungkannya dengan kata sulit.

Istilah Moro 'sulit' boleh jadi disebabkan oleh keadaan geografis Moro yang berada di Pulau Sugi Bawah itu yang memang sulit untuk dijangkau. Dulunya, jika ingin ke Moro belumlah semudah sekarang untuk mendapatkan transportasi laut. Berbdanding Karimun dan atau Kundur (Tanjungbatu), transportasi dari dan ke Moro sangatlah sulit. Dan beberapa kesulitan lain, seperti sumber air bersih juga menjadikan Moro sebagai daerah suloit.

Dalam keadaan seperti itu, ketika ada event-event setingkat kabupaten --seperti MTQ, HUT Pramuka, dll-- yang ingin diadakan di Moro, maka Pemerintah dan panitia akan berpikir seribu kali. Maka ketika dua tahun lalu, dalam satu rapat PGRI Kabupaten yang membahas penentuan kecamatan sebagai tuan rumah, Pengurus Cabang (PC) Moro menyatakan menyanggupi, tentu saja peserta rapat sangat bangga sekaligus khawatir. Tapi Moro tegas menyatakan 'sanggup' maka ditetapkanlah Moro sebagai tuan rumah tahun 2013.

Namun atas keinginan beberapa pihak, terutama dari Ketua PGRI sendiri agar HUT tahun lalu itu dilaksanakan semeriahkan mungkin, dengan menunjukkan kekuatan maksimal dari para guru, maka HUT di Moro itu ditunda untuk dilaksanakan di Pulau Karimun. Itulah sebabnya tahun lalu itu penyelenggaraannya dipercayakan kepada PC Meral karena dianggap lebih memungkinkan.

Kembali ke HUT di Moro ini, ternyata di luar dugaan. Kekhawatiran akan minimnya peserta, ternyata tidak terjadi. Di luar para guru se-Kecamatan Moro dan Durai ternyata para guru dari luar sangat antusias dan membludak. Karimun dan Buru mencarter KM Mikonatalia. Begitu pula dengan PC Meral/ Meral Barat dan Tebing, bergabung untuk mencarter kapal dengan perusahaan yang sama. Dari dua kapal dengan kapasitas hampir 400 orang itu, berarti sudah hadir kurang lebih 800 orang guru dan pegawai sebagai anggota PGRI. Ditambah para guru dari Pulau Kundur dan sekitarnya, maka penuhlah lapangan Puteri Hijau Moro, tempat berdirinya tenda-tenda.

Keistimewaan lain yang pantas untuk dicatat sebagai rasa kagum adalah karena begitu bagusnya cuaca khusus satu hari itu. Beberapa hari menjelas puncak peringatan, cuaca memang sangat mengkhawtirkan. Empat hari berturut-turut menjelang tanggal 29 November itu, hujan turun membashi lapangan. Panitia benar-benar risau dan hampir putus asa mempersiapkan helat besar para guru itu. Sore dan malam menjelang hari H juga masih hujan walaupun sudah agak berkurang. Panitia harus menimbun lapangan yang becek dengan pasir. Panitia juga harus menyiramkan pewangi lantai ke hamparan lapangan yang dibasahi air.

Syukurnya, pada hari Sabtu itu alhamdulillah hujan tidak turun lagi. Agak mendung paginya namun sampai siang hujan tidak turun. Bahkan matahri cukup cerah dan bersinar menjelang siang dan petang. Maka puaslah para penitia yang begitu takut sebelum-sebelumnya. Dan acara itu dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Beberapa acara seperti undian doorprize umroh dan beberapa paket hadiah dapat berjalan dengan lancar dan aman. Acara-acara hiburan selain acara pokok (pidato bupati, ketua PGRI provinsi dan kabupaten, dll) juga berjalan lancar. Dan berkumpulnya para insan pendidik se-Kabupaten Karimun, sudah pasti menambah kokoh hubungan persatuan kesatuan sesama insan pendidik. Dengan itu semoga pendidikan di Karimun kian maju dan bermutu.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.