BREAKING NEWS

Kamis, 02 Oktober 2014

Gabungkan Ia Bertiga

Gubkepri dalam Acara Lain
WALAUPUN datang terlambat, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Pak Sani memberi sambutan cukup berapi-api. Saya mencatat beberapa inti nasihatnya di depan civitas akademika UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji) Tanjungpinang pada acara Dies Natalis ke-7 dan Wisuda Sarjana ke-5 hari Sabtu, 27 September 2014 lalu itu cukup banyak. Catatan ini saya tulis hari ini walaupun waktunya sudah berlalu beberapa hari sebelumnya.


Kebetulan saya ikut acara wisuda itu karena salah satu dari 698 orang wisudawan hari itu adalah anak kandung saya, Ery. Saya mempunyai perasaan gembira yang sangat besar kaena sudah cukup lama saya menanti hari wisuda anak kedua saya itu. Anak pertama saya (Kiky) di Universitas Riau (UR) Pekanbaru beberapa tahun lalu, rasanya tidak selama ini saya menanti wisudanya. Tapi saya sangat puas dan gembira karena akan menjadi pemicu semangat adiknya, Opy (anak ketiga saya) yang saat ini baru masuk semester ketiga di Akademi Maritim Semarang. Semoga saja, anak bungsu saya itu kian bersemangat dalam kuliahnya.

Pak Muhammad Sani, begitu nama lengkap Gubernur 'Negeri Segantang Lada' ini datang memang sangat terlambat menurut saya. Coba bayangkan, di undangan untuk orang tua wisudawan tertulis pukul 08.25 awal acara. Dan di catatan malah diingatkan untuk hadir setengah jam sebelum waktu itu. Saya dan isteri sudah hadir di Aula Gubernur Kepri pada pukul 08.10 yang menurut saya sudah terlambat 15 menit. Tapi sampai jam itu panitia masih sibuk mengatur calon wisudawan/ wati. Bahkan masih latihan-latihan. Acaranya sama sekali belum juga dimulai.

Melewati pukul 08.25 ternyata acara wisuda belum juga dimulai. Panitia sudah berulang-ulang mengatakan agar para calon wisudawan/ wati sedcepatnya menempati kursi masing-masing sesuai tempat yang sudah ditentukan. Latihan-latihan masih terus dilaksanakan. Saya melihat beberapa pejabat penting sudah hadir. Termasuk Pak Ismeth Abdullah, mantan gubernur Kepri. Sudah hadir juga dari Angkatan Laut dan Angkatan Darat.

Sampai pukul 09.20 barulah dimulai acaranya. Artinya molor sekitar satu jam. Prosesi acara sebagaimana acara-acara resmi di negeri Melayu, tentu saja dimulai dengan tari tradisional Melayu. Tapi sebelum tari persembahan itu, diawali dulu dengan pembacaan ayat-ayat suci alquran dan sari tilawahnya. Para orang tua sebenarnya sudah agak gelisah karena lambatnya dimulai acara.

Ternyata pada awal acara ini, Pak Gubernur belum juga hadir. Ada acara pidato ilmiah yang disampaikan oleh guru besar dari Tanah Melayu, Malaysia. Kurang lebih 40 menit dia berorasi, dialnjutkan dengan laporan tahunan oleh Rektor Umrah. Pada saat sambutan dan laporan rektor inilah baru hadir orang nomor satu Kepri itu. Sungguh sangat terlambat datangnya. Tapi sekali lagi, saya tetap respek dengan pidatonya. Apalagi, dia juga menjelaskan perihal penyebab keterlambatannya itu. Katanya, paginya juga ada acara lain yang harus dihadirinya.

Tiga hal yang menjadi penekanan Pak Gubernur adalah, pertama miliki ilmu yang memadai. Lalu, kedua dia meminta untuk diamalkan (dipraktekkan) ilmu itu. Dan terakhir, tindak-tanduk (amalan) tersebut dilengkapi dengan karakter yang baik. Karakter alias akhlak dan budi pekerti haruslah menjadi penghias dari ilmu dan amal itu sendiri. "Maka gabungkanlah ketiga hal itu," kata Pak Gubernur.

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.