BREAKING NEWS

Senin, 29 Februari 2016

Rapat Evaluasi 'Bersih Diri'

PRGRAM Sabtu Bersih sebagai usaha melaksanakan program 'Aku Cinta Karimun Bersih' yang dikumandangkan bupati, pagi Senin (29/02) ini dievaluasi dalam satu rapat yang langsung dipimpin Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq. Bertempat di ruang rapat utama, Cempaka Putih Kantor Bupati, rapat diikuti oleh hampir semua Kepala SKPD (Dinas, Kantor dan Badan) di lingkungan Pemkab Karimun. Hadir juga para Kepala SLTP dan SLTA se-Pulau Karimun.


Pak Rafiq (sapaan bupati yang baru saja terpilih dalam Pilkada Desember lalu) pada pengantar awal rapat menjelaskan beberapa temuannya berkaitan pengelolaan kebersihan di lingkungan Pemda Kabupaten Karimun. Secara khusus dia memulai dengan beberapa temuan yang baru saja dilihatnya ketika mengadakan peninjauan ke beberapa gedung di lingkungan Kantor Pemkab Karimun. Sehabis apel Senin Pagi ini bupati memang menyempatkan meninjau beberapa gedung di kompleks perkantoran bupati, Poros. "Saya tadi meninjau Gedung A, B, C dan D," katanya sambil menyebut beberapa Dinas yang menempati gedung-gedung itu. Ternyata hampir semua kantor itu belum bertulis penjelasan di setiap pintu masuk. Dengan mimik serius dia meminta kepada semua Kepala SKPD yang berkantor di situ untuk membenahi kantornya. "SKPD yang menjadi koordinator gedung, wajib membenahi sesuai tugas dan fungsinya," kata bupati mengingatkan para dinas atau badan yang menjadi koordinator gedung.

Menyinggung program Sabtu Bersih yang sudah berlangsung beberapa pekan, sudah saatnya Badan Kebersihan dan Pertamanan yang menjadi leading sectornya. Dia minta secara khusus kepada Kepala Badan Lingkungan (Faisal Taufiq) untuk menjadi motor penggerak program Sabtu Bersih yang memang sudah menjadi ciri Karimun. Jangan lagi mengandalkan kehadiran bupati atau Sekda seperti selama ini. Setiap Sabtu semua pegawai harus bergerak untuk menggerakkan masyarakat dalam usaha kebersihan ini, sekaligus menjadi teladan kepada masyarakat bagaimana mengelola keberishan dan keindahan daerah kita.

Pak Rafiq yang saat ini masih sebagai pelanjut jabatan lama karena belum dilantiknya sebagai bupati terpilih, menjelaskan bahwa keseriusan kita dalam mengelola dan menjaga kebersihan daerah tidak karena ada keinginan kita untuk mendapatkan adi pura. "Ada atau tak ada adi pura, kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin mengelola dan menjaga kebersihan dan keindahan daerah kita," pintanya. Ini semua tentu sangat tergantung kepada sikap dan karakter diri masing-masing masyarakat bersama kita.

Sesungguhnya, rapat evaluasi masalah kebersihan daerah ini pada hakikatnya adalah untuk mengevaluasi diri masing-masing kita dalam mengelola dan menjaga kebersihan daerah kita. Bagaimana komitmen pemerintah bersama masyarakat dalam mengelola kebersihan dan keindahan, itulah seungguhnya target rapat yang dilaksanakan oleh bupati. Jadi, rapat yang di permukaannya membahas perihal kebersihan kawasan, tapi sebenarnya adalah untuk mengevaluasi diri masing-masing diri dalam komitmen pengelolaan kebersihan. Diri yang bersih akan berimbas kepada rumah-tangga yang bersih. Dan dari rumah tangga itu pula nanti akan berimbas kepada daerah secara keseluruhan.

Menyinggung kebersihan sekolah, bupati secara khusus berpesan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah yang hadir untuk menjadikan sekolah yang bersih dan sehat. Libatkan semua komponen sekolah agar sekolah dalam keadaan bersih dan indah. Sekolah dengan lingkungan yang bersih dan indah pasti akan membuat warga sekolah betah di sekolah. Dengan begitu para siswa atau guru akan senang dan bangga berada di sekolah.Belajar dan mengajar pun akan berjalan dengan suasana yang menyenangkan.***


Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.