PENTING untuk dipertahankan komunikasi dalam keluarga yang kebetulan berjauhan tempat. Tempat tinggal tidak selalu bisa sama atau berdekatan dalam satu daerah. Setelah berkeluarga, tidak jarang antar saudara itu bertempat tinggal di daerah yang berjauhan.
Saya sendiri, dari lima bersaudara (satu ayah dan ibu) ternyata ditakdirkan hidup berjauhan dari sisi lokasi atau daerah. Saya hidup dan menetap di Kabupaten Karimun sejak pertama kali datang untuk menunaikan tugas sebagai guru pada tahun 1984 lalu. Setelah hidup sambil menuntut ilmu di Pekanbaru dari 1975 hingga 1984 saya ditugaskan ke Pulau Kundur, tepatnya di Tanjungbatu, sebagai guru baru di SMA Negeri Tanjungbatu.
Kakak saya, Syamsinar juga sudah meninggalkan kampung halaman, Kampung Kabun Airtiris, untuk hidup bersama suaminya di Pekanbaru. Sampai dia wafat setahun lalu, dia menetap di kota 'bertuah' itu walaupun mayatnya dikebumikan di kampung halaman. Adik saya yang paling bungsu, Syamsiah juga hidup di Pekanbaru hingga saat ini bersama suami dan anak-anaknya. Hanya dua orang adik saya yang masih bertempat tinggal di Kampung Kabun (sekarang bernama Limau Manis) sebagai tanah tumpah, Syamsiar dan Syamsidah.
Dengan tempat yang berjauhan seperti itu, maka jalinan komunikasi dalam keluarga itu sangatlah perlu. Jarak yang begitu jauh tidak memudahkan untuk terus-menerus bertemu dalam waktu-waktu tertentu. Tugas dan tanggung jawab masing-masing akan mengalangi keinginan untuk bertemu muka lebih sering. Sekali lagi, komunikasi dalam keluarga itulah yang perlu terus dibangun dan dijaga. Alat-alat canggih seperti HP (dengan berbagai jenis dan model) akan memudahkan komunikasi antar keluarga. Orang bisa komunikasi suara, video (gambar) dan bentuk lainnya.. Tergantung niat dan tekad untuk terus menjaga atau tidak komunikasi dalam keluarga. Tidak ada alasam berjauhan untuk tidak menjaga hubungan kekleluargaan. Itulah komunikasi.***
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Posting Komentar
Berikan Komentar Anda