BREAKING NEWS

Kamis, 16 April 2015

Murid itu Adalah Sahabat

TIDAK ada kata mantan guru atau mantan murid, begitu kata guru-guru kita. Setiap orang yang pernah mengajar dan mendidik kita di sekolah, di surau atau di mana saja, tetaplah guru selamanya. Bahkan ketika dia tidak ada sekalipun. Begitu pula sebaliknya: murid, tetaplah murid selamanya. Jadi, mantan guru atau mantan murid memang tidak ada sebagaimana mantan pacar.


Tidak disangka, seorang murid hampir 30 tahun silam, bertemu di Durai. Kini dia sudah menjadi guru pula seperti saya, gurunya. Murid yang lain, juga seorang guru dengan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah juga berjumpa. Tapi yang kedua ini sudah selalu berjumpa karena sama-sama mendapat tugas tambahan memimpin sekolah yang setiap bulan memang ada pertemuannya: MKKS. Pertemuan dengan keduanya tentu saja sangat berkesan karena dalam momen yang sangat penting pula.

Beberapa waktu lalu, selama sepekan, tepatnya dari hari Ahad (05/ 04) sampai dengan hari Jumat (10/ 04) malam, saya berada di Durai, sebuah kecamatan di Pulau Durai. Dalam waktu enam hari itu, saya bersama kurang lebih 80-an orang Dewan Hakim MTQ Tingkat Kabupaten Karimun lainnya berada di Durai. Saat itu adalah saat berlangsungnya pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten di Durai itu.

Pertama sampai di kota kecamatan yang dulu termasuk bagian Kecamatan Moro Ahad sore itu, saya kebetulan langsung bertemu dengan Jamal, guru SMP yang dulu menjadi salah saeorang murid saya di SMA. Dia langsung menawarkan berkunjung ke rumahnya. Dia menjamu saya dengan air kelapa muda. Hwih, dalam keadaan haus setelah dua jam naik boat pancung dari Karimun, tentu saja air kelapa itu begitu terasa menyegarkan. Sambil minum dan duduk-duduk bersama keluarganya, saya dan Jamal ngobrol kisah lama ketika dulu dia menjadi murid saya. Dia memang suka melucu.
Salah satu view di Durai
Selain di hari pertama datang, Jamal juga mengajak saya pada hari terakhir (Jumat, 10/ 04) selepas solat jumat untuk berjalan-jalan keliling Pulau Durai. Dengan mengandarai motornya, dia meng ajak saya ke tempat-tempat yang cukup indah untuk ukuran sebuah kecamatan. Kami ke Pantai Panjang, ke beberapa pelabuhan rakyat yang belum lama dibangun. Di beberapa tempat yang dibawa Jamal, terasa kelihatan sekali keindahan Durai dan pulau-pulau di sekitarnya. Ingin rasanya datang ke sana lagi.

Yang dapat catatkan di sini adalah bahwa meskipun Jamal atau beberapa orang lainnya dulu adalah murid saya, sesungguhnya yang terasa adalah bahwa kesemua mereka adalah sahabat saya juga. Saya lebih merasa hubungan yang masih terjalin sampai saat ini adalah hubungan persahatan yang menghangtakan kehidupan. Terima kasih, Jamal, Marwan dan beberapa lagi yang tidak saya ingat lagi namanya. Semoga komunikasi kita ini akan terus terjalin walaupun hingga akhir hayat.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.