Tidak disangka, seorang murid hampir 30 tahun silam, bertemu di Durai. Kini dia sudah menjadi guru pula seperti saya, gurunya. Murid yang lain, juga seorang guru dengan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah juga berjumpa. Tapi yang kedua ini sudah selalu berjumpa karena sama-sama mendapat tugas tambahan memimpin sekolah yang setiap bulan memang ada pertemuannya: MKKS. Pertemuan dengan keduanya tentu saja sangat berkesan karena dalam momen yang sangat penting pula.
Beberapa waktu lalu, selama sepekan, tepatnya dari hari Ahad (05/ 04) sampai dengan hari Jumat (10/ 04) malam, saya berada di Durai, sebuah kecamatan di Pulau Durai. Dalam waktu enam hari itu, saya bersama kurang lebih 80-an orang Dewan Hakim MTQ Tingkat Kabupaten Karimun lainnya berada di Durai. Saat itu adalah saat berlangsungnya pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten di Durai itu.
Pertama sampai di kota kecamatan yang dulu termasuk bagian Kecamatan Moro Ahad sore itu, saya kebetulan langsung bertemu dengan Jamal, guru SMP yang dulu menjadi salah saeorang murid saya di SMA. Dia langsung menawarkan berkunjung ke rumahnya. Dia menjamu saya dengan air kelapa muda. Hwih, dalam keadaan haus setelah dua jam naik boat pancung dari Karimun, tentu saja air kelapa itu begitu terasa menyegarkan. Sambil minum dan duduk-duduk bersama keluarganya, saya dan Jamal ngobrol kisah lama ketika dulu dia menjadi murid saya. Dia memang suka melucu.
![]() |
| Salah satu view di Durai |
Yang dapat catatkan di sini adalah bahwa meskipun Jamal atau beberapa orang lainnya dulu adalah murid saya, sesungguhnya yang terasa adalah bahwa kesemua mereka adalah sahabat saya juga. Saya lebih merasa hubungan yang masih terjalin sampai saat ini adalah hubungan persahatan yang menghangtakan kehidupan. Terima kasih, Jamal, Marwan dan beberapa lagi yang tidak saya ingat lagi namanya. Semoga komunikasi kita ini akan terus terjalin walaupun hingga akhir hayat.***


Posting Komentar
Berikan Komentar Anda