BREAKING NEWS

Sabtu, 02 Mei 2015

Persahabatan Menghilangkan Sekat Agama

INI catatan, kesan menarik mengikuti acara doa selamat dan yasinan di Mapolres Karimun hari Jumat (01/ 05) malam lalu. Saya kebetulan diundang dan ikut dalam acara yang saya tahu itu untuk pertama kali diadakan markas polisi setingkat kabupaten itu. Membanggakan sekaligus menyemangatkan persahabatan. Dua keyakinan (agama) berbeda melaksanakan satu acara keagamaan yang sama.


Kapolres Karimun, AKBP Suwondo Nainggolan sebagai peneraju tertinggi di Polres Karimun berinisiatif mengadakan acara 'doa selamatan' yang juga diisi dengan beberapa acara, yasinan, tausiah dan doa. Ketiga kegiatan ini pihak Polres mengundang Ustaz Wibowo sebagai pemimpin yasinan, doa dan memebrikan tausiah agama (Islam). Kekaguman kita tentu saja karena Pak Kapolres ini adalah seorang Nasrani sementara dia membuat acara Islam. Peserta acara tentu saja selain seluruh anggota Polri di Polres Karimun yang juga terdiri dari berbagai agama adalah para undangan (tokoh agama, Imam Masjid, dan beberapa pejabat Karimun) dan puluhan anak yatim yang sengaja diundang untuk diberi santunan.

"Jujur saja, saya sangat kagum dengan ide dan kreativitas Pak Kapolres ini," kata salah seorang tokoh masyarakat yang kebetulan duduk berdekatan dengan saya malam itu. Dia kagum karena sesungguhnya imej selama ini bahwa jika sebuah institusi dipimpin oleh seorang non Islam, maka aktivitas keislaman akan mandeg. Ternyata pandangan itu tidak benar sama sekali. Pak Wondo (begitu dia sering disapa) ternyata tetap aktif melaksanakan kegiatan berbau keagamaan (Islam). Programnya untuk tetap menyatu dengan masyarakat Karimun yang mayoritas beragama Islam, tetap berjalan dengan baik. Beberapa kegiatannya selalu membuktikan bahwa dia tidak merasa risih dengan perbedaan agama dengan mayoritas anggota dan masyarakat di sini.

Ketika awal Pak Wondo hadir di Karimun, saya ingat dia langsung mengundang beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama dan komponen masyarakat lainnya. dalam sebuah jamuan makan di rumah makan Alimas, beberapa bulan lalu, saya masih ingat bahwa kehadirannya di Karimun dari Ibu Kota (Jakarta) adalah untuk mengemban tugas yang cukup berat. Dia mengatakan bahwa dia harus bisa cepat menyesuaikan diri dengan keadaan Karimun yang tentu jauh berbeda dengan kehidupan Jakarta.

Beberapa kali Pak Kapolres mengadakan kegiatan pertemuan (silaturrahim) dengan masyarakat Karimun. Dalam acara-acara Kabupaten yang dihadiri oleh bupati, Pak Kapolres juga selalu hadir. Dia beberapa kali terlihat hadir dalam, misalnya dalam acara MTQ tingkat kecamatan se-Kabupaten Karimun beberapa waktu lalu. Dia hadir dengan kostum Melayu yang lengkap dengan songkok (peci) hitamnya bagaikan seorang muslim yang taat.

Acara doa selamat yang diadakan pada malam Sabtu lalu itu, Pak Kapolres juga menggunakan pakaian dengan nuansa muslim. Dia memakai baju warna putih, celana agak gelap dengan peci di kepala. Sungguh tidak disangka kalau dia adalah seorang Nasrani. Dan ketika dia memberikan sambutan sebelum acara dimulai, dia juga membuka salam dengan ucapan Asalamualaikum ww sebagaimana seorang muslim di Indonesia berpidato.

Tentu saja itu semua akan memeprkuat pertemanan dan persaudaraannya di Karimun ini. Dia benar-benar membuktikan bahwa sekat-sekat agama tidak mengganggu sama sekali dalam tugasnya sebagai Kepala Kepolisian RI di Kabupaten Karimun. Malam doa selama itu pun dihadiri oleh semua anggota polisi di Polres Karimun tanpa membedakan agama. Artinya semua anggota dengan agama pun dimintanya ikut hadir dalam acara yang memperkuat silaturrahim itu. Syabasy, Pak Wondo. Semoga Bapak sukses dalam misi tugas di kabupaten berazam ini.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.