SEBAGAI seorang siswa, pertemanan dengan siswa lain di sekolah adalah kenyataan yang tidak mungkin dipungkiri. Meskipun ada yang merasa tidak berteman antara satu orang siswa dengan siswa lainnya di sekolah bahkan di kelasnya, sesungguhnya hubungan pertemanan itu sudah otomatis ada diantara sesama siswa. Pertemanan itu diharapkan akan berlanjut ke persahabatan.
Persahabatan yang berarti terjalinnya hubungan komunikasi dan kegiatan yang baik antara satu orang dengan lainnya dalam tingkat yang lebih akrab, berarti memang memerlukan komunikasi yang intens antar satu dengan lainnya. Sedangkan pertemanan sendiri, sesungguhnya adalah ikatan yang otomatis ada antara satu orang dengan lainnya yang dikarenakan oleh beberapa sebab, tempat atau keadaan yang mengharuskan.
Pertemanan di sekolah, tentu saja disebabkan oleh kesamaan tempat atau lingkungan belajar di antara satu dengan lainnya. Pada sebuah lingkungan yang sama karena bersekolah di tempat yang sama, akan selalu ada momen-momen bersama meskipun tidak ada dalam rencana. Ketika ada apel pagi atau apel mingguan setiap hari Senin atau pada hari-hari yang sudah ditetapkan sekolah, misalnya maka semua siswa akan berada di tempat yang sama untuk acara yang sama itu. Di sinilah pertemanan akan terjadi meskipun tanpa disadari. Itu sebabnya pertemanan akan otomatis terjadi dalam satu komunitas yang sama.
Pertemanan juga akan otomatis terjalin ketika seorang siswa, milsanya berada dalam kelas (kelompok belajar) yang sama di sebuah sekolah. Ruang lingkup yang lebih kecil sudah pasti akan menjadikan pertemanan antara satu siswa dengan siswa lainnya sebagai suatu keniscayaan. Direncanakan atau tidak, pertemanan akan terjadi juga selama tidak usaha untuk sebaliknya.
Harapan selanjutnya tentu saja akan terjadinya jalinan persahabatan antara satu dengan lainnya. Hubungan yang lebih akrab sebagai peningkatan hubungan pertemanan ke persahabatan akan memungkinkan para siswa menjadikan hubungan persahabatan itu sebagai strategi untuk pembelajaran. Bagaimanapun, setiap kesempatan dan keadaan yang ada, sejatinya semua itu dikaitkan dengan usaha untuk meningkatkan pembelajaran. Pembelajaranlah sesungguhnya target akhir dari semua proses kegiatan yang dilakukan siswa di sekolah atau di mana saja.
Sudah seharusnya setiap siswa terus-menerus memupuk persahabatan antara satu dengan lainnya demi terjadinya peningkatan proses pembelajaran yang lebih baik. Setiap siswa bahkan guru, wajib memastikan bahwa proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik. Dan persahabatan yang baik --antar siswa sesama siswa dengan dengan guru-- adalah salah satu yang dapat dijadikan sebagai strategi untuk meningkatkan proses pembelajaran.
Jika pandangan ini diteruima dan dikembangkan, artinya setiap kita --guru bahkan siapa saja-- wajib memupuk dan membina persahabatan. Persahabatan yang harmonis, tentu akan membantu guru atau siswa dalam mengefektifkan proses pembelajaran. Insyaallah!***
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Posting Komentar
Berikan Komentar Anda